Karena salah satu tugas Instruktur senam adalah membuat peserta senam hafal ana membuat gambar panduan senam. Bagi Sobat Blogger yang pengen lebih cepat menghafalkan senam PKS Nusantara bisa menggunakan file yang ana uploadkan di multiply berikut ini.
Pemanasan Senam PKS Nusantara
Latihan inti
Pendinginan senam PKSN
Minggu, 10 Agustus 2008
Minggu, 13 Juli 2008
PKS nomer 8: akankah kemenangan Perang Badar dialami oleh PKS?
Nomer delapan adalah nomer urut surat dari Surat Al Anfal. Dalam surat tersebut diceritakan bahwa kaum mukmin menjumpai medan yang lebih berat dari yang mereka duga sebelumnya. Hanya melakukan persiapan untuk membalas perbuatan kaum musyrik makkah dengan menghadang kafilah dagang Abu Sufyan tapi di lapangan malah menjumpai kafilah Abu Jahl yang bersenjatakan lengkap. Namun, pada akhirnya, walaupun kalah jauh dari segi jumlah, kaum mukmin Menang.
Apakah hal ini akan dialami PKS? Semoga saja.
Kalaupun nantinya medan dakwah 2009 sebih berat dari dugaan, semoga kemenangan akan didapatkan.
Sebelumnya, kita juga harus memiliki ciri-ciri kaum mukmin pada saat itu.
beberapa ciri diantaranya adalah
1. Ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
2. Sabar dan teguh melaksanakan yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya dalam keadaan seberat apapun.
3. Taat dan setia pada qiyadah.
4. Senantiasa tidak meninggalkan do'a sebagai bagian dari ibadah.
Apakah hal ini akan dialami PKS? Semoga saja.
Kalaupun nantinya medan dakwah 2009 sebih berat dari dugaan, semoga kemenangan akan didapatkan.
Sebelumnya, kita juga harus memiliki ciri-ciri kaum mukmin pada saat itu.
beberapa ciri diantaranya adalah
1. Ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
2. Sabar dan teguh melaksanakan yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya dalam keadaan seberat apapun.
3. Taat dan setia pada qiyadah.
4. Senantiasa tidak meninggalkan do'a sebagai bagian dari ibadah.
Kelak, negeri ini akan hancur karena lagu. Mengapa?
Apa yang membedakan remaja masa kini dan remaja masa lalu? Benar! Remaja masa kini banyak yang terbuai oleh kehidupan hedonis. Hidup untuk mencari kesenangan. Pacaran, jalan-jalan ke mall, bergaya dengan busana yang aneh-aneh menaiki motor yang dimodif aneh-aneh, bahkan narkoba.
Sedangakan pemuda masa lalu. Pekik "merdeka" menjadi salam tiap pertemuan mereka. Mereka memiliki semangat membangun negeri. Namun sayang hasil perjuangan pemuda masa lalu dinikmati dengan cara yang tidak bertanggung jawab oleh anak cucunya, pemuda masa kini.
Mengapa Pemuda masa lalu sangat berbeda dengan pemuda masa sekarang? Apa penyebabnya?
Penyebabnya banyak. salahsatu dari penyebab itu adalah Lagu. Lagu yang dikonsumsi oleh telinga dan jiwa para pemuda di masing-masing zamannya.
Lagu yang didengar oleh pemuda pada zaman dahulu. Adalah lagu-lagu perjuangan yang diciptakan oleh W.R. Supratman, Kusbini, Gesang, dan yang lainnya. lagu lagu tersebut berisi lirik yang membangun semangat nasionalisme, membangun negeri. bahkan tidak sedikit dari lagu lagu tersebut yang bertempo cepat dan bersemangat.
Lagu Padamu Negeri walau bertempo lambat ia mampu membangun semangat membangun negeri, Lagu tujuh belas Agustus dengan temponya yang cepat mampu menggelorakan semangat nasionalisme dan perjuangan.
Seiring berjalannya zaman, lagu-lagu dengan berbagai aliran mulai dibuat. sedikir demi sedikit, lagu-lagu melankolis menguasai jagad musik di Indonesia. maka pendengarnyapun jadi melankolis.
Para musisi pada saat ini hanya memiliki visi seni dan uang. tidak ada yang memiliki visi lebih dari itu. Bilapun ada hanyalah omong kosong.
Beruntung, tidak semua musisi zaman sekarang seperti itu. Grup Band Coklat misalnya. Lagunya "Bendera" selalu disetel dan dinyanyikan pada momen-momen olahraga yang mempertemukan Indonesia melawan negara lain.
Betapa membanggakannya. Lagu yang mereka buat mampu memberikan semangat juang pada para pejuang negeri ini (Pejuang di bidang olahraga).
Sedangkan lagu Band-band lain? paling cuma disetel pada acara-acara pesta ulang tahun, perpisahan, cafe-cafe, mall, atau bahkan nigt club.
Coba perhatikan yang terjadi setiap kali ada grup band yang konser. Sekelompok pemuda akan berkumpul di depan panggung dan berjoget seperti orang gila dan mereka bangga dengan itu. apakah mereka bangga atas ke'gila'an mereka. Itulah hasil dari lagu mereka, Kekerasan, Kebrutalan, Kekacauan.
Coba perhatikan Para pemuda yang menyukai lagu-lagu romantis dan melankolis. yang ada di otak mereka hanyalah pacaran, kekasih, cinta, patah hati. Memangnya hidup hanya untuk pacaran?
Tidak ada yang bicara perjuangan. Tidak ada yang bicara pengorbanan untuk negeri.
Kalau hasrat seni dan uang sudah didapat, selesai sudah. Tidak ada yang ingin dapat mengubah manusia dan dunia dengan karyanya menuju ke arah yang lebih baik.
Nah sekarang bagaimana dengan Anda?
Hanya mencari uang dengan karya Anda? atau Anda ingin mengubah manusia Indonesia menjadi ke arah yang lebih baik dengan karya Anda?
Anda mau jadi tentara setan yang selalu menyebabkan kerusakan atau menjadi tentara Allah yang membawa perbaikan?
Sedangakan pemuda masa lalu. Pekik "merdeka" menjadi salam tiap pertemuan mereka. Mereka memiliki semangat membangun negeri. Namun sayang hasil perjuangan pemuda masa lalu dinikmati dengan cara yang tidak bertanggung jawab oleh anak cucunya, pemuda masa kini.
Mengapa Pemuda masa lalu sangat berbeda dengan pemuda masa sekarang? Apa penyebabnya?
Penyebabnya banyak. salahsatu dari penyebab itu adalah Lagu. Lagu yang dikonsumsi oleh telinga dan jiwa para pemuda di masing-masing zamannya.
Lagu yang didengar oleh pemuda pada zaman dahulu. Adalah lagu-lagu perjuangan yang diciptakan oleh W.R. Supratman, Kusbini, Gesang, dan yang lainnya. lagu lagu tersebut berisi lirik yang membangun semangat nasionalisme, membangun negeri. bahkan tidak sedikit dari lagu lagu tersebut yang bertempo cepat dan bersemangat.
Lagu Padamu Negeri walau bertempo lambat ia mampu membangun semangat membangun negeri, Lagu tujuh belas Agustus dengan temponya yang cepat mampu menggelorakan semangat nasionalisme dan perjuangan.
Seiring berjalannya zaman, lagu-lagu dengan berbagai aliran mulai dibuat. sedikir demi sedikit, lagu-lagu melankolis menguasai jagad musik di Indonesia. maka pendengarnyapun jadi melankolis.
Para musisi pada saat ini hanya memiliki visi seni dan uang. tidak ada yang memiliki visi lebih dari itu. Bilapun ada hanyalah omong kosong.
Beruntung, tidak semua musisi zaman sekarang seperti itu. Grup Band Coklat misalnya. Lagunya "Bendera" selalu disetel dan dinyanyikan pada momen-momen olahraga yang mempertemukan Indonesia melawan negara lain.
Betapa membanggakannya. Lagu yang mereka buat mampu memberikan semangat juang pada para pejuang negeri ini (Pejuang di bidang olahraga).
Sedangkan lagu Band-band lain? paling cuma disetel pada acara-acara pesta ulang tahun, perpisahan, cafe-cafe, mall, atau bahkan nigt club.
Coba perhatikan yang terjadi setiap kali ada grup band yang konser. Sekelompok pemuda akan berkumpul di depan panggung dan berjoget seperti orang gila dan mereka bangga dengan itu. apakah mereka bangga atas ke'gila'an mereka. Itulah hasil dari lagu mereka, Kekerasan, Kebrutalan, Kekacauan.
Coba perhatikan Para pemuda yang menyukai lagu-lagu romantis dan melankolis. yang ada di otak mereka hanyalah pacaran, kekasih, cinta, patah hati. Memangnya hidup hanya untuk pacaran?
Tidak ada yang bicara perjuangan. Tidak ada yang bicara pengorbanan untuk negeri.
Kalau hasrat seni dan uang sudah didapat, selesai sudah. Tidak ada yang ingin dapat mengubah manusia dan dunia dengan karyanya menuju ke arah yang lebih baik.
Nah sekarang bagaimana dengan Anda?
Hanya mencari uang dengan karya Anda? atau Anda ingin mengubah manusia Indonesia menjadi ke arah yang lebih baik dengan karya Anda?
Anda mau jadi tentara setan yang selalu menyebabkan kerusakan atau menjadi tentara Allah yang membawa perbaikan?
Rabu, 30 Januari 2008
Tantangan untuk Penyair Muslim
Saudaraku, kita adalah umat yang terbaik yang diciptakan Allah untuk berbaur dengan manusia dan melakukan amar makruf dan nahi munkar.
Terkait dengan dunia sastra dan penyair, dalam Al Qur’an surat Asy Syu’ara: 224-227, Allah menantang para penyair untuk membuat sebuah karya yang mampu menggugah nurani manusia ke arah Iman. Dengan kata lain, mampukah kreativitas dan kecerdasan para penyair membuat karya yang demikian.
Sebagian penyair merasa dibatasi dengan hal ini. Padahal, hal ini menguji kecerdasan dan kreativitas mereka dalam merangkai kata. Orang yang mampu membuat sebuah karya sastra yang dapat menggugah iman tentu lebih cerdas dibanding penyair biasa dan ia tidak hanya mendapat kemuliaan nama di dunia tapi juga balasan di akhirat.
Sebagai contoh, betapa sebuah novel seperti ‘Ayat-ayat Cinta’ mampu membuat pembacanya serasa lebih dekat dengan Allah dan novel ‘lasykar pelangi’ yang mampu mendorong pembacanya untuk bertobat. Berbeda dengan novel ‘perempuan di titik nol’ ataupun novel ‘Tuhan Ijinkan Aku Jadi Pelacur’ yang membuat para pembacanya seolah habis bermaksiyat setelah membacanya.
Bayangkan seandainya karya kita dibaca oleh orang banyak dan orang yang membacanya menjadi lebih shalih dan bertambah keimananya, berapa banyak pahala amal jariyah yang akan kita dapatkan.
‘ala kulli hal, tentunya seseorang tidak dapat langsung manjadi penyair yang ideal sebagai mana yang diharapan oleh Allah dalam Surat Asy Sy’ara tadi dan tetap membutuhkan proses belajar. Itulah tantangan kita, sebagai seorang mukmin yang membedakan kita dengan orang-orang musyrik dan orang-orang kafir.
Terkait dengan dunia sastra dan penyair, dalam Al Qur’an surat Asy Syu’ara: 224-227, Allah menantang para penyair untuk membuat sebuah karya yang mampu menggugah nurani manusia ke arah Iman. Dengan kata lain, mampukah kreativitas dan kecerdasan para penyair membuat karya yang demikian.
Sebagian penyair merasa dibatasi dengan hal ini. Padahal, hal ini menguji kecerdasan dan kreativitas mereka dalam merangkai kata. Orang yang mampu membuat sebuah karya sastra yang dapat menggugah iman tentu lebih cerdas dibanding penyair biasa dan ia tidak hanya mendapat kemuliaan nama di dunia tapi juga balasan di akhirat.
Sebagai contoh, betapa sebuah novel seperti ‘Ayat-ayat Cinta’ mampu membuat pembacanya serasa lebih dekat dengan Allah dan novel ‘lasykar pelangi’ yang mampu mendorong pembacanya untuk bertobat. Berbeda dengan novel ‘perempuan di titik nol’ ataupun novel ‘Tuhan Ijinkan Aku Jadi Pelacur’ yang membuat para pembacanya seolah habis bermaksiyat setelah membacanya.
Bayangkan seandainya karya kita dibaca oleh orang banyak dan orang yang membacanya menjadi lebih shalih dan bertambah keimananya, berapa banyak pahala amal jariyah yang akan kita dapatkan.
‘ala kulli hal, tentunya seseorang tidak dapat langsung manjadi penyair yang ideal sebagai mana yang diharapan oleh Allah dalam Surat Asy Sy’ara tadi dan tetap membutuhkan proses belajar. Itulah tantangan kita, sebagai seorang mukmin yang membedakan kita dengan orang-orang musyrik dan orang-orang kafir.
Senin, 10 September 2007
Seuntai Pesan
Kututup pintu dengan keras, brakkk! Kujatuhkan tubuhku ke atas ranjang dan kututupi kupingku dengan bantal. Suara tangis adikku yang masih seumur pembangunan jangka pendeknya Pak Harto menembus bantalku dan memukul-mukul gendang telingaku, menyengat otakku hingga kepalaku serasa bergasing tak menentu. Suara tamparan keras diikuti jeritan ibu beradu merdu dengan suara tangis adikku, dan suara bentakan ayah yang ngebass melengkapinya membentuk sebuah nyanyian pilu. Sumbatan bantal tak dapat meredam suara konser nyanyian pilu dengan sound system bertenaga 10.000 watt itu. Kepalaku serasa meledak. Tiba-tiba aku merasa sudah tidak di mana-mana, tidak merasakan apa-apa, tidak sadar.
Tiba-tiba terdengar suara yang lainnya. Bukan lagi konser nyanyian lagu pilu. ..... Suara apa itu? ... Semakin lama semakin jelas. Ngeeeeeng....ngeeeeeng....ngeeeeeng........ Suara itu berhenti di atas pipiku. Kegerakkan kepalaku ke kanan. Ngeeeeeng.... ngeeeeeng.... ngeeeeeng....... Suara itu terbang menjauh, Ngeeeng.... ngeeeng.... ngeeeng....... suara itu berhenti di betisku. Kugerakkan betisku. Ngeeeng.... ngeeeng.... ngeeeng....... Kali ini suara itu berhenti di hidungku. Entah kenapa.. suara itu membuat kepalaku serasa mendidih. Apalagi di telingaku masih terngiang dengan jelas nyanyian lagu pilu yang kudengarkan sebelumnya. Perlahan kugerakkan tanganku untuk menangkap benda yang mengeluarkan bunyi ngeeeng itu. Dengan cepat kugerakkan tanganku ke arah hidung. Tapi, secepat F-16 Falcon benda itu terbang malarikan diri. Kurang ajar! Aku melompat dari ranjang, kusabet ketapel di meja belajarku dan kuambil kelereng-kelerengku.
Sang serdadu memegang erat senapan mesinnya sambil membidik dan memberondongkan senapannya ke arah pesawat mata-mata. Ret...tet...tet... tet...tet.... tet...tet.... BUM! Ret... tet...tet.... tet...tet.... tet...tet.... BUM! Membabibuta ia tembakan senapannya. Hingga amunisinya habis. Tapi sayang tak satu pelurupun mengenai sasaran.
Aku terengah-engah, kunyalakan lampu kamarku, dan astagaaaa...! kulihat di depan mataku kota-kota di Irak yang habis dibombardir Amerika, bangunan-bangunan rumah penduduk Palestina yang diluluhlantakkan tank-tank penjajah Israel.
Dalam keterjutanku suara itu kembali. Ngeeeeeng....ngeeeeeng....ngeeeeeng........ Sialan! Makhluk ini belum kapok juga padahal, kamarku sudah jadi kapal pecah begini. Seketika itu arenalinku bergolak. Seolah-olah tenagaku meluap... hiiiaaaaaahhhhhhh....... Son Goku berubah menjadi super saiya 3. Tenaganya meluap-luap keluar seperti semburan api kompor gas yang menyala-nyala. Kusabet reketku yang tergantung tak jauh dari tempatku berdiri. Dengan secepat kilat sang Batosai, Kenshin Himura menebas-nebaskan samurai raketnya ke arah benda yang berbunyi Ngeeeeeng.... ngeeeeeng....ngeeeeeng........ tadi. Hiat... hiat... hiaaaaa... Wess...Wesss.. raket berayun-ayun kesana kemari dengan cepat dan.....................................................................Crett! Raket mengenai sasaran.
Benda itu terjatuh di atas lantai. Darahnya berceceran di atas lantai. Terkulai lemas tak berdaya. Tapi tiba-tiba ia bergerak menyeret pergi tubuhnya yang berlumuran darah. ”Kau mau pergi? Enak saja, Kau harus mampuss!” teriakku dalam hati. Kuayunkan tanganku yang masih menggenggam kearahnya. Wuuusssss..... klotak.... kujatuhkan raketku, seketika kuurungkan niatku untuk membunuhnya. Kulihat sesuatu yang tak pernah kulihat sebelumnya. Ia menyeret tubuhnya yang berlumuran darah hingga darahnya yang tececer di lantai membentuk tulisan,
”Waktunya Sholat shubuh”
Tiba-tiba terdengar suara yang lainnya. Bukan lagi konser nyanyian lagu pilu. ..... Suara apa itu? ... Semakin lama semakin jelas. Ngeeeeeng....ngeeeeeng....ngeeeeeng........ Suara itu berhenti di atas pipiku. Kegerakkan kepalaku ke kanan. Ngeeeeeng.... ngeeeeeng.... ngeeeeeng....... Suara itu terbang menjauh, Ngeeeng.... ngeeeng.... ngeeeng....... suara itu berhenti di betisku. Kugerakkan betisku. Ngeeeng.... ngeeeng.... ngeeeng....... Kali ini suara itu berhenti di hidungku. Entah kenapa.. suara itu membuat kepalaku serasa mendidih. Apalagi di telingaku masih terngiang dengan jelas nyanyian lagu pilu yang kudengarkan sebelumnya. Perlahan kugerakkan tanganku untuk menangkap benda yang mengeluarkan bunyi ngeeeng itu. Dengan cepat kugerakkan tanganku ke arah hidung. Tapi, secepat F-16 Falcon benda itu terbang malarikan diri. Kurang ajar! Aku melompat dari ranjang, kusabet ketapel di meja belajarku dan kuambil kelereng-kelerengku.
Sang serdadu memegang erat senapan mesinnya sambil membidik dan memberondongkan senapannya ke arah pesawat mata-mata. Ret...tet...tet... tet...tet.... tet...tet.... BUM! Ret... tet...tet.... tet...tet.... tet...tet.... BUM! Membabibuta ia tembakan senapannya. Hingga amunisinya habis. Tapi sayang tak satu pelurupun mengenai sasaran.
Aku terengah-engah, kunyalakan lampu kamarku, dan astagaaaa...! kulihat di depan mataku kota-kota di Irak yang habis dibombardir Amerika, bangunan-bangunan rumah penduduk Palestina yang diluluhlantakkan tank-tank penjajah Israel.
Dalam keterjutanku suara itu kembali. Ngeeeeeng....ngeeeeeng....ngeeeeeng........ Sialan! Makhluk ini belum kapok juga padahal, kamarku sudah jadi kapal pecah begini. Seketika itu arenalinku bergolak. Seolah-olah tenagaku meluap... hiiiaaaaaahhhhhhh....... Son Goku berubah menjadi super saiya 3. Tenaganya meluap-luap keluar seperti semburan api kompor gas yang menyala-nyala. Kusabet reketku yang tergantung tak jauh dari tempatku berdiri. Dengan secepat kilat sang Batosai, Kenshin Himura menebas-nebaskan samurai raketnya ke arah benda yang berbunyi Ngeeeeeng.... ngeeeeeng....ngeeeeeng........ tadi. Hiat... hiat... hiaaaaa... Wess...Wesss.. raket berayun-ayun kesana kemari dengan cepat dan.....................................................................Crett! Raket mengenai sasaran.
Benda itu terjatuh di atas lantai. Darahnya berceceran di atas lantai. Terkulai lemas tak berdaya. Tapi tiba-tiba ia bergerak menyeret pergi tubuhnya yang berlumuran darah. ”Kau mau pergi? Enak saja, Kau harus mampuss!” teriakku dalam hati. Kuayunkan tanganku yang masih menggenggam kearahnya. Wuuusssss..... klotak.... kujatuhkan raketku, seketika kuurungkan niatku untuk membunuhnya. Kulihat sesuatu yang tak pernah kulihat sebelumnya. Ia menyeret tubuhnya yang berlumuran darah hingga darahnya yang tececer di lantai membentuk tulisan,
”Waktunya Sholat shubuh”
Langganan:
Postingan (Atom)
